Raja Arab Saudi Beli Facebook itu Tidak Benar - Facebook kembali diterpa kabar palsu sehingga membuat kehebohan. Kali ini, isu tersebut beredar di Timur Tengah yang menyebutkan bahwa Raja Arab Saudi berniat membeli Facebook dengan harga USD 150 miliar.
Disebutkan pula jika hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Facebook jadi sarana bagi rakyat untuk merongrong kekuasaan pemerintah.
Memang, Facebook telah jadi salah satu media ampuh untuk menggalang aksi demo yang sekarang marak di wilayah Timur Tengah. Termasuk di Mesir yang telah berujung pada terjungkalnya pemerintahan presiden Hosni Mubarak.
Namun demikian, isu pembelian Facebook oleh raja Arab Saudi itu pastinya palsu dan berasal dari sumber tidak terpercaya.
Beberapa media setempat pun kena malu karena memberitakannya seolah-olah hal itu memang benar dan menimbulkan kehebohan di masyarakat.
Whael Ghonim, pejabat Google di Timur Tengah yang terkenal karena perannya dalam revolusi Mesir, sampai menulis tweet yang menyayangkan para media terkait kabar tersebut. Sebab, sumber berita diketahui hanya sebuah situs parodi.
Situs bersangkutan bernama Dawn Wires. Mereka mengabarkan berita tersebut, namun di bawahnya sudah tertulis jika tujuannya hanya untuk humor. Namun sepertinya banyak yang tak membaca keterangan ini dan menyangkanya sebagai berita sungguhan.
Belum lama ini, Facebook juga diterpa isu bakal ditutup oleh sang bos, Mark Zuckerberg. Padahal kabar yang juga sempat menggegerkan itu juga cuma hoax dari sebuah website iseng.
» Read More...
Foto Bugil di Kirim Penjahat Facebook ke Gadis Kecil - Facebook kembali jadi ajang para predator seks mencari mangsanya. Seorang pria melakukan pendekatan alias PDKT pada gadis di bawah umur via situs jejaring sosial terpopuler ini. Kemudian setelah merasa akrab, dia nekat mengirim foto bugil diri sendiri.
Pelaku bernama Andrew Desmarais, telah ditangkap oleh kepolisian di wilayah New Hampshire, Amerika Serikat. Menurut penyelidik, Andrew mulai berkomunikasi dengan dua orang gadis berusia 12 tahun lewat Facebook.
Kemudian setelah tahu nomor telepon korban, Andrew mengirimi mereka dengan foto mesum dirinya via ponsel. Dikutip dari Seacoastonline, Selasa (1/3/2011), dia juga coba merayu mereka dengan godaan bernada seksual.
Kelakuan Andrew dipergoki ayah korban, yang kemudian lapor pada polisi. Polisi segera tanggap dan menyamar sebagai sang gadis untuk menjebak pelaku. Andrew pun kena perangkap. Ia mengirim sang polisi dengan foto bugil, karena mengira dia masih berhubungan dengan sang gadis. Bukti ini cukup untuk menjeratnya.
Polisi curiga Andrew berhasil menggaet korban lain. Penyelidikan pun masih berlangsung untuk mengetahui apakah ada anak kecil lain yang jadi mangsanya.
"Kami menyaksikan semakin banyak orang memakai Facebook dan situs jejaring sosial lainnya untuk melakukan kontak pertama dengan anak-anak, untuk tujuan jahat," ucap Corey MacDonalds, polisi setempat yang menangani kasus tersebut.
Beruntung dalam kasus ini, orang tua korban cukup mengawasi pemakaian Facebook anaknya. Dia juga tanggap lapor polisi sehingga tersangka bisa langsung dibekuk.
» Read More...